4 Alasan yang sering Digunakan untuk Putus

Posted on

Temen-harus paham alasan cewe atau cowo mutusin.

Ada beberapa alasan cewe mutusin cowo atau cowo mutusin Cewe yang perlu Anda tau.
1. Ingin Fokus Belajar atau Kerja.
Alasan ini perlu kamu terima karena tujuannya baik dan bila perlu kamu harus support sepenuhnya. Namun, setelah itu kamu jangan diam saja. Kamu harus perhatikan tingkah laku dan semua media sosialnya. Kalau ternyata setelah satu atau dua bulan kemudian kamu lihat pacar kamu “sayang-sayang di medsos atau kamu nemu dia jalan dengan laki-laki lain di kafe atau di taman yang menurut kamu itu tempat dating, kamu harus benar-benar perhatiin cewe kaya gini. Kalau perlu tandai, jangan sampe ketipu lagi. Tapi jangan dilabrak ya, omat.
2. Cewe atau cowonya selingkuh
Biasanya cewe minta putus kalau liat cowonya selingkung. Meskipun cewe kadang kadang terlalu over perhatiaannya. Disisi lain kamu perlu bersyukur karena punya cewe yang over sayang. Sedikit merepotkan memang. Tapi itu baik. Kalau bener kamu selingkuh sebaiknya “ngomong baik-baik” agar tidak melukai hatinya.
3. Ada yang lebih kece
Kalau pacar kamu marah-marah dengan alasan gak jelas. Sedikit-sedikit marah. Kamu harus waspada. Kamu harus bertanya baik-baik. Ada apa sebenarnya. Jangan kamu dibuat cape olehnya. Ingat cintai itu membahagiakan bukan melukai. Terus terang saja padanya. Apakah ada seseorang yang lebih baik. Kalau cewenya ngaku. Kamu harus terima. Mungkin dia memilih yang baru bukan kamu.
4. Cewenya dijodohkan
Ini yang paling berat. Hanya sedikit peluang kamu untuk mendapatkannya. Walau bagaimanapun kita harus menghargai orangtua. Kalau kamu mencintainya, hargai keputusan orangtuanya. Walaupun itu pahit. Karena yang membesarkan orangtuanya bukan kamu. Beri dia nasehat bahwa “ini yang terbaik”

Tulisan ini dibuat agar kamu lebih dewasa dalam memahami cinta.

Aktifitas Hari Ini

Posted on

download

     Hari ini sedikit membosankan. Tidak ada yang berkesan. Banyak cemberutnya daripada tertawa. Mungkin ini pengaruh dari tanggal tua. Biasanya kalau dompet sudah menipis emosipun mudah naik. Tapi bener hari lemes tidak ada semangatnya. Lemes banget. Belajar juga gak fokus. Lebih banyak ngobrolnya daripada merhatiin dosen. Karena gak menarik. Gak ada yang berkesan dalam artian kajian-kajiannya biasa aja. Jujur saja, saya suka yang aneh-aneh yang jarang ditemui. Terutama pemikiran-pemikiran yang memang benar-benar baru. Saya menyadari bahwa ini adalah strata S1 jadi dosenpun menyesuaikan. Baiklah kali ini saya akan berbicara tentang apa yang ada benak saya.

      Pagi-pagi saya sudah bangun, tepatnya jam 04:17. Meski agak sedikit malas tapi memang harus bangun karena kalau tidak bangun nanti saya dibangunkan. Tugasku hari adalah mengumandangkan azan. Biasalah tugas orang soleh ‘ngajak orang untuk shalat. Setelah itu saya langsung mengambil air wudhu. Tiba-tiba bel berbunyi, “tingnong-tingnong” dua kali. Yang mencel bel biasanya pak Rahmat. Dia ingin memberitahu bahwa waktu azan segera datang, dan harus turun ke bawah. Kamarku memang berada dilantai dua. Kadang suara bel itu mengagetkan dan bikin aku kesal. Ingin sekali aku mengatakan hal ini namun lagi-lagi tidak berani. Oke lah tanpa basa-basi sayapu langsung ke bawah. Dan mengumandangkan azan.

      Setelah azan saya biasanya tidur lagi karena masih kantuk. Maklum tidur jam 12:30. Saya juga aneh akhir-akhir ini tidurnya malam terus. Gak bisa tidur jam 09:00. Salah satunya banyak tugas. Mulai dari tugas kuliah, nulis-nulis dan sebagainya. Pas bangun jam sudah menunjukan pukul 06:30 agak kaget karena saya harus masuk jam 07:00 berati tiga sisa 30 menit lagi. Belum dipake mandi, sarapan, jalan nya juga jauh. Sudah kebayang pasti sekarang terlambat lagi. Sudah menjadi menu spesial memang lambat itu rasanya gak bisa kalau datang tepat waktu. Kalau dibilang tidak menghargai waktu sedikit kesal juga. Banyak dosen-dosen yang bilang bagi yang terlambat itu adalah orang yang tidak menghargai waktu.

       Tidak masalah yang penting saya kuliah hari ini. Langsung saja berangkat. Lumayan jarak dari jalan raya ke tempat kosku jauh. Membutuhkan waktu 15 menit. Enjoy saja lagian jalan sangat dingin dan sejuk. Benar saja, perkiraanku. Kini datang jam 7:20, dan dosen pun sudah mulai memberikan materi. Untungnya tidak hanya saya yang terlambat ada beberapa temanku juga yang terlambat bahkan ada yang lebih lambat. Melihat seperti itu saya agak sedikit lega. Meskipun hati saya berkicau, “saya tidak boleh lambat lagi”. Mata kuliah hari ini, metode penelitian. Kuliah ini diampu oleh Ibu Eni. Saya menikmati kalau diajar sama bu ini. Ngajarnya enak, sistematis dan mudah dipahami. Meskipun saya sering tersihir dengan logika-logikanya. Sehingga beliau meminta pertanyaan kami hanya diam dan jarang sekali yang bertanya.

4 Keuntungan Jadi pengusaha

Posted on

images

        Sebenarnya saya tidak pantas menulis judul ini. Namun, ini perlu saya sampaikan kepada Anda bahwa ini penting untuk kemajuan pribadi, masyarakat, bangsa dan negera. Pikiran saya terbuka setelah kuliah wirausaha. Saya menyakini teman-teman pun setuju bahwa wirausaha itu penting. Dalam pertemuan singkat tersebut, dosen kami memaparkan tentang kewirausahaan dengan gaya bahasa yang khas dan mudah ditangkap. Oleh karenanya, saya akan menulis apa saja yang akan Anda dapatkan ketika menjadi pengusaha?

       Baiklah kita mulai. Ada beberapa istilah yang perlu Anda pahami. Pertama, wirausaha. Kedua, pengusaha. Dan ketiga, pekerja atau karyawan. Ketiga istilah itu berbeda satu sama lain. Ada yang tau apa perbedaannya. Baiklah saya akan jelaskan. Wirausaha adalah orang yang memiliki kemampuan melihat serta menilai peluang-peluang bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang diperlukan untuk mengambil sebuah tindakan yang tepat guna untuk meraih kesuksesan. Yang perlu digarisbawahi dari definisi tersebut yaitu kemampuan melihat, menilai peluang-peluang bisnis. Dua kata kunci inilah yang membedakan wirausaha dengan yang lainnya. Sehingga para wirausaha bisa disebut sebagai orang yang kreatif karena kemampuannya dalam mengambil peluang.

       Adapun pengusaha secara sederhana dapat diartikan sebagai orang yang menjalankan kegiatan usaha baik usaha jual beli, maupun usaha produksi yang tujuan utamanya adalah mendapatkan keuntungan dan menanggung resiko yang akan terjadi dalam kegiatan usahanya. Gimana bisa dimengerti perbedaannya. Wirausaha itu lebih umum dari pada pengusaha. Tidak setiap pengusaha itu wirausaha. Tapi setiap wirausaha itu adalah pengusaha. Dan yang terkahir, pekerja atau karyawan. Kalian juga pasti sering dengan kata-kata ini. Karena memang sudah populer di masyarakat. Tapi apakah itu karyawan. Karyawan adalah orang yang bekerja di suatu lembaga atau perusahaan dengan mendapat upah yang pasti.

     Setelah ketiga pengertian itu saya paparkan. Saya akan bertanya dulu kepada kalian. Apakah Anda ingin jadi pengusaha atau karyawan? Kebanyakan dari kita ingin jadi karyawan. Karena gajihnya sudah pasti. Ketika Anda menjadi karyawan tidak ada kekhawatiran memang, dan memudahkan Anda untuk memenej keungan. Namun apakah cukup dan sudah layak gajih karyawan. Katakanlah upah minimum Regional (UMR) rata-rata 2,5 juta perbulan. Berapa kebutuhan Anda setiap bulannya. Mulai dari bayar kos, transportasi, biaya sekolah anak dan lain-lain. Apakah ada jaminan seteh berhenti bekerja atau pensiun. Lalu mengapa Anda masih ingin jadi karyawan. Peluang bisnis di Negeri ini sangat banyak. Anda perlu jadi wirausaha yang kreatif mengambil setiap peluang.

       Tentu saja, hidup adalah pilihan. Itu tergantung Anda. Mau jadi pengusaha, atau pekerja. Namun, perlu Anda pertimbangkan kembali bahwa menjadi pengusaha pun memiliki peluang yang sangat besar untuk maju dan lebih kaya daripada pekerja. Berikut ini saya akan paparkan, apa saja keuntungan menjadi pengusaha.

  1. Peluang Menjadi Kaya Terbuka lebar

        Tidak ada cerita karyawan menjadi miliader. Apakan Anda pernah mendengar ada salah satu karyawan swasta atau negeri menjadi salahsatu orang terkaya dunia. Tidak ada. Karena gajihnya sudah pasti dan terbatas. Mereka yang terkaya itu adalah pengusaha. Anda tidak usah cape bekerja karena orang lain yang bekerja. Mereka bekerja untuk kita bukan kita untuk orang lain.

  1. Membantu Pemerintah Mengurangi Pengangguran

       Saya sebenarnya kurang pas dengan ide pemerintah mendatangkan investor dari luar untuk buka usaha di Negeri ini. Meski tujuannya bagus untuk mengurangi angka pengangguran. Namun, dampak negatifnya sangat banyak. Masyarakat lama-lama tidak mandiri. Mentalnya lemah, maunya yang pasti-pasti. Akibatnya, tujuan adalah untuk kerja. Kuliah, sekolah untuk kerja bukan untuk inovasi. Jadi mindsetnya bukan lagi bos tapi karyawan. Namun, ini tidak semua. Ada beberapa daerah juga sudah menerapkan ekonomi kreatif. Mendorong masyarakat untuk berwirausaha.

  1. Waktu Keluarga Tidak Terganggu

       Menjadi pengusaha bukan berati Anda tidak disiplin dan semaunya. Hanya orang-orang disiplin lah yang jadi pengusaha. Karena dia punya prinsip yang kuat untuk mencapai sesuatu. Jangan salah, mereka (miliader) bukan berati seenaknya datang ke kantor. Kemudian kerja semaunya. Tidak seperti itu. Mereka disiplin. Datang selalu in time bukan on time. Karena mereka menyadari bahwa waktu itu penting. Namun demikian, mereka bebas menentukan kapan mereka akan libur. Artinya tidak terkait pada atasan. Inilah yang menjadi keuntungan bagi Anda seorang pengusaha. Anda bisa menghabiskan waktu bersama istri, anak dan kerabat. Kapan saja Anda mau.

  1. Mengasah Kreatifitas

       Jangan harap Anda akan menjadi pengusaha sukses kalau tidak kreatif. Anda akan tertinggal oleh pesaing Anda. Pengusaha ditantang untuk selalu kreatif dalam setiap kesempatan. Arus pasar yang begitu pesat. Menantang Anda untuk selalu berjuang. Anda akan mengalami kerugian yang besar jika Anda tidak melakukan inovasi-inovasi pada produk yang Anda garap.

Demikianlah keuntungan seorang pengusaha. Semoga saya, Anda ditakdirkan jadi pengusaha sukses.

 

Kerja Keras

Posted on Updated on

​           Percaya atau tidak kerja keras dapat mengalahkan segalanya. Bahkan sekalipun takdir. Itu artinya Tuhan sangat mengapresiasi kerja keras. Kalau Anda lihat orang yang sukses bagaimana gaya hidup dan kesehariannya. Tentu saja mengejutkan. Mereka sangat disiplin dan menghindari kesia-sian. Ikhtiar dan berdoa menjadi kesehariannya. Kerja yang tekun menghasilkan imbalan yang sesuai karena usaha tidak akan mengkhianati hasil. 

       Setiap orang memiliki cara untuk hidup. Ada ratusan bahkanjutaan cara di dunia ini. Namun semuanya dapat dikategorikan menjadi dua. Pertama, sukses. Kedua, gagal. Tinggal Anda mau pilih yang mana? Sukses atau gagal. Ada dua kemungkinan dalam hidup ini. Pertama, membuat sejarah baru. Kedua, berpijak pada pundak terdahulu. Dua kemungkinan ini dapat Anda lakukan dengan segala konsekuensinya. 

         Jalan hidup terkadang tidak berbanding lurus dengan keinginan.  Ada saatnya dimana Tuhan mencoba kehidupan yang berat sampai kita beragapan bahwa itu tidak adil. Namun ada saatnya juga Tuhan memberikan kebahagiaan namun sampai-sampai kita lupa terhadap-Nya. Kehendak Tuhan memang sulit diprediksi. Karena memang “Dia Tuhan” manusia saja susah apalagi Tuhan. 

         Namun patut diyakini bahwa Tuhan tidak akan menzdalimi hambanya. Sekeras apapun cobaan menghadang pasti ada solusinya. Maka mintalah kepadayang Maha Solusi agar hidup kita mudah.

Tantangan Fresh Graduate

Posted on Updated on

   

Proses sarjana tidaklah mudah (hasil pengamatan teman ane ketika nyari judul skripsi, bikin proposal sampe nyari sumber). Anda harus melewati beberapa fase. Setidaknya ada tiga fase. Pertama, pendaftaran. Kedua, kuliah. Ketiga, kelulusan. Perjalanan terberat ada pada fase kedua. Anda harus menghabiskan waktu, pikiran dan tenaga dengan waktu yang cukup lama. Ada yang tiga tahun setengah, empat dan lima tahun. Belum lagi berapa jumlah uang yang dihabiskan buat bayar spp, kebutuhan sandang, pangan dll. Jadi intinya sarjana itu tidak mudah.        Pertanyaaanya apa itu sarjana? Sarjana bukanlah orang yang memburu pekerjaan. Dia adalah seorang ilmuan yang siap mengamalkam ilmunya. Memberikan kontribusi bagi masyarakat nusa dan bangsa. Kehadirannya patut kita syukuri karena dia adalah cahaya bagi perjalanan negeri ini. Tidak masalah jika semua penduduk Indonesia bertitel sarjana. Mulai dari tukang sapu, pedagang, pembisnis, petani hingga pejabat semua sarjana. Dengan demikian persaingan untuk mencapai karir akan semakin ketat. Orang akan berlomba-lomba memperbaiki kualitas pribadinya. Pada akhirnya akan berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya di Indonesia.

         Produktifitas sarjana harus terus dilakukan untuk mempercepat kualitas pembangunan sumber daya manusia di negeri ini. Kampus-kampus harus memproduksi manusia-manusia yang  cerdas secara akal dan emosional. Menyediakan kebutuhan-kebutuhan masyarakat hingga lulusannya menjadi problem solviner(pemecah masalah. Adakalanya kampus harus mengevaluasi lulusan-lulusannya akan tidak menimbulkan masalah.

       Hari ini peluang kerja sangat kecil. Sehingga ini menjadi salahsatu kekhawatiran para sarjana setelah lulus dari kampus. Kadang fresh graduate merasa bingung mau kerja apa, dimana dan keahlian apa. Dunia kerja hari ini membutuhkan skill. Kita harus menanyakan pada diri kita sendiri “Apa keahlian kita?” Setelah itu mari berkompetisi. Meski nepotisme masih ada di negeri ini namun peluangnya sangat kecil. Orang sudah mulai meninggal perekrutan kerja melalui sodara, kerabat dan teman. Kini perekrutan kerja sudah mulai pada ranah objektif. 

       Meski demikian, kepada fresh graduate tidak usah khawatir dan pesimis. Setiap orang punya ciri dan keahlian masing-masing gunakanlah setiap peluang sebaik mungkin. Jangan lewatkan peluang itu sekiranya akan membawa kesuksesan. Pada intinya jangan hanya berpangku tangan harus berani jemput bola. Kita harus ingat tujuan kita dulu, untuk apa kuliah? 

    

Ada Salam dari Anak Rantau

Posted on Updated on

        Perjalanan rantauku sudah cukup lama. Kalu dihitung sudah 9 tahun aku berada di daerah lain yang sama sekali tidak kusangka sebelumnya. Entah ini kebetulan atau sudah takdir, yang jelas ini merupakan bagian dari sejarah hidup. Sejarah yang tak pernah kulupakan hingga akhir nanti. Kisah ini akan menjadi cerita manis bagi anak-anakku nanti. Aku akan bercerita kepada anakmu bahwa ayahmu dulu adalah seorang perantau sejati. 

        Kisah ini bermula dari pendidikan ku dulu. Sejak SMP aku meminta kepada ayah untuk tinggal dipesantren sambil sekolah. Pada saat itu aku bersama teman, zandan. Zandan inilah yang merangsangku untuk masuk pesantren. Pada awalnya, aku tidak tau apa itu pesantren. Aku hanya melihat zandan pulang dengan memakai sarung dan peci ketika pulang ke rumah.  Aku melihatnya. Tapi aku tidak sempat menanyakan apa itu pesantren. Semakin lama semakin besar keinginanku untuk tinggal dipesantren. Setelah lulus SD aku membulatkan tekad berangkat ke pesantren. 

      Ayahpun mengizinkanku untuk belajar di pesantren. Namun kerana pada saat itu ayah tidak punya uang sehingga keberangkatan di tunda dulu. Aku dan ayah sepakat untuk memanen kopi terlebih dahulu kemudian dijual. Aku pun giat memanen kopi. Selama seminggu kami memanen kopi tibalah saatnya untuk dijual. Berangkatlah bapak ke pasar sambil memikul kopi. Setelah kopi itu dijual hasil dari penjualan kopi itu dibelikan lauk pauk dan sebagian uangnya untuk bekal pesantren.

       Berangkatlah kami ke sebuah pesantren yang tidak jauh dari kampung. Jarak pesantren dan rumah kira-kira 1 KM. Kami berjalan kaki dengan menelusuri hutan. Tidak ada orang atau kendaraan disana. Namun kami tetap semangat. Dalam perjalan, ayah selalu bercerita bahwa pentingnya menjadi orang yang berilmu. Ayahku merupakan seorang motivator yang ulung. Kata-katanya selalu bijak. Namun aku menyesal kadang tidak menghiraukannya. Kini beliau sudah diambil Allah SWT. Semoga Almarhumah diterima disisi-Nya.

       Ayah pun mendatangi sang kiayi. Dengan maksud untuk menitipkan putra tersayangnya. Pada saat itu pak kiayi sedang ngaji bersama muridnya. Aku dan ayah menunggu sebentar hingga pengajiannya selesai. Kami pun menghampiri kiayi, aku tidak persis hapal apa yang diceritakan ayahku dulu. Namun intinya ayah ingin menitipkanku dipesantren itu. Setelah lama berdilog, ayahpun pulang. Pada saat itu saya merasa sedih. Merasakan bagaimana hidup tanpa keluarga, tanpa ayah dan ibu. Namun semua itu harus kujalani. 

       Terkadang aku bersama zandan duduk bersama disebuah pohon dimana kampung kami terlihat. Kami melihati dari kejauhan kampung tersebut. Biasanya setelah selesai ngaji asar dan sebelum mandi. Sejenak berdialog sambil menunggu azan magrib. bersambung

Manajemen Waktu

Posted on Updated on

​          Sebelum kita membahas mengenai manajemen waktu. Kita akan bahas dulu “Apa sih manajemen itu? Sederhananya begini “manajemen” adalah seni mengatur. Atau ilmu untuk mengatur. Jadi kalau manajemen itu ilmunya kalau menejer itu orangnya. Pasti kalian juga sering mendengar manajemen dan menejer karena keduanya sangat  familiar bahkan sudah menjadi bagian dari bahasa Indonesia. 

      Nah buat apa sih kita harus bahas manajemen? Jawabannya simple karena manajemen itu penting. Kalau gak penting ngapain kita bahasa ya. Penting buat apa? Buat mengatur . Apa yang diatur? Bisa orang dan benda atau yang bernyawa dan tidak. Dalam kehidupan sehari tentu saja kita dihadapkan pada berbagai permasalahan. Entah itu pekerjaan, keluarga dan masyarakat. Maka untuk memudahkan mengaturnya dibuatlah rumus yaitu manajemen. Jadi manajemen ini sebenarnya untuk memudah manusia mengatur masalah-masalah kehidupannya.

      Salah satu yang paling pokok dalam hidup ini adalah waktu. Keberhasilan, kesuksesan seseorang bergantung pada waktu. Tergantung ia memaksimalkannya. Jika ia menggunakan waktu untuk kegiatan-kegiatan positip maka ia akan menulai nilai positip pula. Begitu pun sebaliknya. Banyak orang menyesal karena menyia-nyiakan waktu. Maka gunakanlah waktu sebaik mungkin agar tidak menyesal. 

       Penggunaan waktu ini berpengaruh besar pada kesuksesan seseorang. Kita diberikan waktu yang sama 24 jam ( kecuali di Barat gak ada waktu 24 jam) tapi kenapa hidup ini bervariasi ya. Padahal waktunya sama. Lalu apa bedanya? “Penggunaan waktu”. Ada yang menggunakan waktunya berleha-leha, santai dan tidak dipakai untuk mempersiapkan masa depannya. Ada juga yang gigih. Waktunya ia gunakan untuk belajar, bekerja keras, dan berkarya sehingga ia memperoleh apa yang ia tanam. 

       Islam sangat menghargai waktu ini. Sehingga Allah banyak bersumpah dengan menggunakan masa. Seperti wadhuha, wal ashr dan sebagainya. Mufassir mengatakan bahwa itu merupakan pentingnya waktu. Sebagai umat beragama tentu saja dunia ini bukan segalanya. Hanyalah tempat bersinggah ketika diperjalanan. Yang pada akhirnya akan kembali ke asalnya. Maka waktu inilah yang sangat penting. Sebagai bekal di rumah kita akhirat. Karena sebagai pengembara akan ada dua kemungkinan. Pertama, kembali pada tempat asal. Kedua, menetap di pengembaraan. Namun, dunia ini yang fana akan punah. Pertanyaannya, “siapa yang mau tinggal dibalam fana ini selamanya?